Konspirasi Dibalik Pengeboman Hiroshima Nagasaki

Sedari dulu SD kita sudah mempelajari pelajaran sejarah yang berkaitan dengan pendudukan Jepang di Indonesia. Pendudukan Jepang di Indonesia berakhir antara lain karena ia menyerah tanpa syarat kepada sekutu yang telah membom habis kedua kota besar di Jepang Hiroshima dan Nagasaki. Pada tanggal 6 Agustus 1945 secara mengejutkan pihak sekutu terutama Amerika Serikat berhasil menghancurkan kota Hiroshima dengan cepat, selanjutnya pada tanggal 9 Agustus 1945 dilanjutkan dengan membom habis kota di Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang harus menyerah dan mengakhiri perang dunia II.

Konspirasi Zionisme terhadap Perang Dunia II

Ketika perang dunia kedua hampir selesai para pemiliki modal yahudi di dunia sudah dulu mengetahuinya dengan berbagai macam tanda-tanda yang belakangan muncul yaitu, karena menyerahnya dua orang yang menjadi biang keladi perang dunia II Hitler dan Mussolini.

Ketika Uni Soviet diperintahkan oleh Stalin menyerang habis-habisan ke seluruh negara Eropa bagian barat dengan memiliki tujuan yaitu memperluas paham komunisme. Apa yang dilakukan oleh Uni Soviet membuat Amerika Serikat semakin waspada tentang penyerbuannya bisa saja setelah itu mereka akan menyerang Amerika Serikat untuk memperluas paham komunisnya ke seluruh dunia.

Para tokoh militer dan sipil Amerika dan Eropa menyadari ancaman bahaya ini. Mereka memandang, bahwa untuk menghalangi jejak langkah Stalin, pertama-tama perang dengan Jepang harus di akhiri. Hal ini harus dibicarakan secara terbuka dengan Stalin. Akan tetapi, penyelesaian seperti itu dikhawatirkan akan merugikan pihak Konspirasi internasional. Akhirnya kekuatan terselubung ini mengambil jalan pintas, untuk menunjukkan kekuatan Barat yang mengerikan kepada Stalin, agar Stalin tidak berani mengadakan serbuan kepada Dunia Barat. Pilihan mereka jatuh pada Jepang untuk dijadikan kambing tebusan atau medan percobaan, tanpa memperhitungkan akibat dari senjata membinasakan yang baru pertama kali akan muncul saat itu, yaitu bom atom.

Namun protes keras dilakukan oleh beberapa perwira tinggi Amerika serikat, namun pihak Yahudi Internasional menekankan kepada presiden Amerika Serikat saat itu Roosevelt agar segera menggunakan bom atom untuk menghancurkan Jepang. Jendral Mac Arthur yang merupakan panglima tertinggi saat itu tidak bisa bebuat banyak atas perintah dari Presiden. Akhirnya waktunyapun tiba bom pertama dijatuhkan tepat di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 dan yang kedua di Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.

Jatuhnya bom atom telah mengakhiri Perang Dunia II. Dunia terbelah menjadi dua blok, yaitu Stalin dan dunia Barat, sesuai dengan perjanjian Teheran, Malta dan Potsdam. Dalam perjanjian itu, dunia dibagi menjadi wilayah pengaruh yang saling berhadapan, seperti yang terjadi akibat dari perjanjian Versailles. Setelah beberapa hari dari kejadian pengeboman tersebut akhirnya Jepang menyerah pada Sekutu tepatnya tanggal 14 Agustus 1945.

Ketegangan antara blok barat dan blok timur tidak berhenti sampai disitu, kabarnya ada pembicaraan rahasia dari pihak yahudi internasional dengan Stalin untuk mengungkapkan kondisi masing-masing pihak. Stalin saat itu sedang berada pada akhir masa kekuasaannya. Kekuatan atheisme yang diwakili oleh Komunisme belum tentu akan bisa terus berperan sebagai alat, setelah Stalin meninggal dunia. Di sisi lain, sendi-sendi yang telah dimasuki oleh agen-agen kekuatan terselubung bisa menjadi jalan mudah untuk menguasai negara itu beserta satelit-satelitnya.

Stalin memiliki anggapan bahwasanya paham komunisme yang tersebar di dunia sudah memasuki tahap yang luar biasa. Pasalnya ia bisa merangkul negara China dengan penduduk terbanyak di dunia. Presiden Amerika Serikat saat itu membiarkan China jatuh ke tangan komunis dan berusaha kembali membangun negara dan mencegah beberapa negara eropa untuk berkiblat pada Stalin

Konspirasi besar dunia yang dilakukan oleh yahudi tidak berhenti sampai disitu, ia berusaha membuat propaganda besar-besaran untuk meyakini semua pihak. Akhirnya ia membentuk PBB yang tidak lain adalah perserikatan bangsa-bangsa agar bisa kembali memprovokasi masing-masing pihak dan selalu bersitegang keras.

Perubahan dasar pada negara Uni Soviet terlihat jelas sejak wafatnya Stalin. Masing-masing negara bagian mencoba melepaskan diri dari negara tersebut dengan mendirikan negara baru. Rahasia politik dan taktik kotor yang dipakai Stalin terungkap oleh bangsa Uni Soviet sendiri.

Tidak hanya terjadi pada Uni Soviet, Amerika pun mendapatkan hal yang sama Amerika, disana terjadi perkembangan untuk memahami masalah yang dihadapi oleh bangsa sedunia, yaitu menghindari perang, memperbaiki kondisi politik Amerika, mencari jalan penyelesaian tentang diskriminasi rasial, dan meningkatkan kewaspadaan umum tentang bahaya Konspirasi internasional. Perkembangan itu masih terus berlanjut dalam kehidupan bangsa Amerika.

Mungkin sebagai manusia yang hidup di dunia kita bertanya-tanya mengenai konspirasi besar yang terjadi. Mungkin konspirasi besar ini akan terungkap suatu saat nanti, dimana kita mengetahui gejolak yang terjadi pada perang dunia II tidak terlepas dari peran yahudi yang mencoba terus mengadu domba.

Apakah mungkin mereka akan melakukan hal yang sama dengan terus bertindak provokatif akan terjadinya perang dunia III?

Kita tidak akan mengetahuinya kecuali biarkan waktu semua yang menjawab.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here