MASTERING: Proses Dasar Rekaman Musik Digital

Setelah selesai proses tracking dan mixing, langkah berikutnya adalah mastering. Ini adalah langkah terakhir untuk memoles hasil akhir karya musik Anda.

Dulu, sebelum era digital, proses mastering adalah salah satu ‘wilayah eksklusif’ kerajaan studio rekaman yang tentu saja tidak terjangkau oleh kita: ‘rakyat jelata’.

Kebutuhan terhadap peralatan khusus (yang tentu saja mahal), membuat proses ini hanya bisa dilakukan para profesional kala itu. Buka kita para pehobi.

Mastering dilakukan di akhir keseluruhan proyek rekaman untuk mengemas setiap lagu ke dalam satu album. Karena adalah penting untuk mengatur level rata-rata dari beberapa lagu dalam satu koleksi utuh.

Pada tahap ini pula dilakukan pengoptimalan level rata-rata dari setiap lagu, dibuat setinggi mungkin, tapi tanpa merusak kualitas suara.

Untung saja, saat ini proses mastering (pada level tertentu) dapat dilakukan dengan mudah. Aplikasi DAW (digital audio workstation), sudah dilengkapi dengan fasilitas ‘sentuhan terakhir’ ini, termasuk di dalamnya compressor, equalizer dan peak limiter.

Jadi, anggap saja sementara ini kita tidak membutuhkan plug-in tambahan apapun untuk melakukan proses mastering, khususnya jika Anda baru saja masuk ke dunia rekaman audio digital.

Diskusi tentang bagaimana melakukan seluruh proses mastering pada projek Anda, bisa jadi akan sangat panjang. Karena di sini lebih dibutuhkan sisi artistik dari produksi audio dibanding sekedar masalah teknis.

Dan seperti biasa, tidak ada yang bisa menggantikan pemahaman menyeluruh terhadap aplikasi yang Anda gunakan, dan tentu saja: jam terbang!

Ingatlah satu hal: terkadang editing terbaik yang dapat Anda lakukan, justru ketika Anda tidak melakukannya. Dengan kata lain, jangan terlalu berlebihan dalam mengolah data audio Anda, karena bisa jadi hasilnya justru tidak seperti yang Anda harapkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here