Rangkaian Amplifier

Rangkaian Amplifier hampir bisa ditemukan disemua perangkat elektronik yang biasa kita gunakan sehari-hari, mengingat  kegunaanya yang sangat beragam. Anda dapat dengan mudah membeli amplifier siap pakai yang tersedia di toko elektronika. Tapi tidak ada salahnya juga mencoba untuk membuat rangkaian amplifier sendiri. Sebelum mencoba untuk merangkai amplifier sendiri, pastikan bahwa anda mengerti seluk beluk amplifier, agar rangkaian yang akan kita buat nantinya sesuai harapan.

Rangkaian Amplifier

Rangkaian amplifier atau bisa disebut juga rangkaian penguat merupakan rangkaian pengolah sinyal listrik AC. Sinyal input yang masuk ke amplifier diperkuat dayanya pada sinyal ouputnya. Perbandingan besar sinyal output dibanding sinyal input disebut gain. Jadi, misalkan saja sinyal input yang masuk ke rangkaian 1 Volt dan setelah keluar dari rangkaian sinyal berubah menjadi 100 Volt, maka gain dari amplifier tersebut adalah 100.

Selain sebagai rangkaian penguat daya, amplifier juga berguna untuk mengolah sinyal listrik sebagai mana operasi matematis. Sebut saja amplifier sebagai rangkaian penjumlah dan pengurang tegangan, rangkaian pembanding (comparator). Operasional Amplifier (Op-Amp) bisa juga berfungsi sebagai rangkaian differensiator dan integrator yang sering digunakan dalam bidang control PID.

✔ Populer :  Rangkaian Lampu Tidur Otomatis Menggunakan Sensor Cahaya LDR

Dalam aplikasi pemakaianya, rangkaian amplifier bisa ditemukan didalam rangkaian radio, rangkaian televise, berbagai macam rangkaian audio dan masih banyak rangkaian yang lain yang mengandung amplifier. Sistem kerja equalizer pada sound system juga menggunakan amplifier dengan kombinasi komponen-komponen lain. Tujuanya adalah mengatur volume setiap frekuensi sehingga menghasilkan suara yang harmonis.

Rangkaian amplifier biasanya tersusun dari transistor-transistor, baik itu transistor dalam bentuk solid state bisa juga dalam bentuk IC (integrated circuit). Amplifier terbagi dalam beberapa kelas, ada yang masuk kategori amplifier kelas A, B, AB, maupun C. Penggolongan amplifier ini berdasarkan titik kerja dan karakteristik masing-masing rangkaian. Misalkan saja amplifier kelas A cenderung boros daya dan cepat panas, meskipun lebar frekuensi sinyal yang mempu diolah lebih lebar sehingga suara yang dihasilkan bisa lebih bagus. Untuk penjelasan mengenai kelas-kelas amplifier secara rinci akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Demikianlah penjelasan sederhana mengenai rangkaian amplifier, semoga pembahasan diatas bisa menambah wawasan dan bermanfaat bagi anda semua. Jangan lupa untuk membaca artikel elektronika menarik lainya, seperti pengertian current source dan current mirror, pengertian dan fungsi kapasitor, dan cara membaca warna resistor. Sekian, salam Engineer.

BAGIKAN
Seorang mahasiswa yang ingin hidup mandiri dan bermanfaat bagi orang lain. kontak hubungi mohnurfauzan18@gmail.com

TINGGALKAN BALASAN

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.