Anak Nakal? Begini Cara Mendidiknya

Menjadi pasangan muda dengan karunia anak adalah anugerah yang sangat luar biasa. Kebahagiaan bukan hanya dirasakan oleh pasangan suami istri tetapi juga orang tua dari pasangan dan keluarga-keluarga dekat. Tetapi disela kebahagiaan tersebut, seiring berjalannya waktu dan anak mulai memasuki usia pra sekolah, mulai terlihat tingkah atau pola berbeda dari anak. Ada anak yang mulai nakal dan menguras emosi orang tuanya.

Bagaimana menghadapi anak nakal?

Pertanyaan ini mungkin pernah terbayang di kepala ibu-ibu muda yang mulai kehilangan kesabaran dalam mendidik anaknya. Oleh karena itu pada kesempatan ini kami akan berbagi tips tentang cara mendidik anak nakal.

1. Pahami kebutuhannya

Seorang anak yang sudah masuk usia pra sekolah tentu sudah punya kebutuhan tersendiri. Kebutuhan yang paling mendesak adalah kebutuhan akan fasilitas bermain. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi maka barang-barang yang ada di rumah bisa menjadi sasarannya. Pada saat itu pula apabila anda sebagai orang tua tidak memahami kebutuhan anak maka hanya akan menganggap nya sebagai anak nakal, padahal anggapan itu bisa jadi keliru.

2. Berikan perhatian lebih

Anak usia pra sekolah sangat butuh perhatian lebih, karena pada usia tersebut dia sudah mulai mengenal konsep. Menjadi orang yang paling diperhatikan bukan hanya ada pada hati dan pikiran orang dewasa tetapi paling tinggi pada anak pra sekolah. Oleh karena itu anak sering bertingkah nakal untuk menarik perhatian orang tuanya.

3. Jadilah Contoh

Anak tidak akan pernah tahu tanpa melihat dan mendengar terlebih dahulu. Oleh karena itu, untuk mendidik anak yang masih dalam tahap pengenalan konsep sebaiknya anda mengajarkan sambil mencontoh sesuatu. Apa yang sering anda contoh kan itu lah yang paling sering dilakukan juga. Tidak salah pepatah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” artinya bahwa semakin sering anda mencontoh kan sesuatu yang baik pada anak, maka anak juga akan tumbuh dengan kebiasaan baik.

Kebiasaan nakal pada anak adalah tahap pengenalan pada dunianya. Jangan terlalu panik akan hal itu karena masih sangat besar kemungkinan untuk dirubah. Berikan perhatian, contoh kan kebiasaan baik, dan pahami kebutuhan anak anda. Jangan hanya bisa marah tanpa mencoba melihat kekurangan anda dalam mendidik anak anda.

Anak adalah titipan dan tugas anda sebagai orang tua dalam mengarahkannya. Anak anda menjadi baik atau buruk itu tergantung dari cara anda menanamkan pendidikan pertama dan utama. Jadilah orang tua yang bisa jadi guru dan sahabat buat anak-anak anda.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here