Pengertian, Karakteristik Serta Bagaimana Cara Kerja Transistor Bipolar

Pengertian transistor Bipolar adalah komponen semikonduktor yang terdiri dari 3 lapis P-N junction. Transistor bipolar merupakan pengembangan dari dioda. Jika dioda tersusun dari gabungan P-N junction saja, maka transistor bipolar dibedakan menjadi dua jenis didasarkan atas urutan material  yang menyusun-nya yaitu jenis transistor PNP dan transistor NPN.

Penjelasan mengenai Pengertian transistor seperti yang diterangkan diatas merupakan pengertian transistor BJT (bipolar junction transistor) yaitu transistor yang memiliki tiga kaki yaitu Kolektor, Basis, dan emitor. Mengenai transistor jenis lain akan sedikit disinggung nanti.

Dalam mengoperasikan transistor Bipolar kita perlu memberikan tegangan kerja pada transistor. Untuk transistor jenis PNP maupun NPN adalah sama, yaitu dengan memberikan  tegangan maju (forward bias) pada kaki basis-emittor (BE = base-emitter) dan tegangan balik (reverse bias) pada kaki basis-kolektor (BC = base-collector).

Pengertian, Karakteristik Serta Bagaimana Cara Kerja Transistor Bipolar

Cara kerja Transistor Bipolar

Kita dapat dianalogikan dengan prinsip kerja kran air di rumah kita. Air dari bak penampungan akan keluar ketika tuas kran diputar. Semakin diputar kran, semakin besar pula arus air yang keluar.

Begitu pula pada prinsip kerja transistor, untuk dapat mengalirkan arus dari kolektor ke emitter, perlu ada arus masukkan ke kaki basis. Semakin besar arus yang mengalir di basis, semakin besar pula arus listrik dari kolektor yang mengalir ke emitor.

Pada umumnya, pemakaian komponen transistor pada rangkaian elektronika dibagi menjadi dua klasifikasi, yaitu :

  1. Transistor sebagai saklar (switching transistor)
  2. Transistor sebagai penguat (amplifier)

Pengertian transistor sebagai saklar adalah memfungsikan transistor layaknya saklar dengan mengatur arus basis, seperti prinsip kerja rangkaian sensor cahaya berikut.

Agar transistor dapat bekerja sebagai switch maka daerah kerja transitor adalah daerah saturasi dan daerah cut off. Saat saturasi, maka transistor dianggap ON pada saklar. sedangkan jika kondisi transistor cut off, ibarat saklar biasa yang dalam kondisi off atau open.

Sedangkan pengertian transistor sebagai penguat Anda dapat membacanya di artikel rangkaian amplifier. Agar dapat beroperasi sebagai rangkaian penguat, transistor perlu bekerja di daerah bukan cut off dan bukan pula daerah saturasi (jenuh) untuk jenis penguat sinyal kecil (small signal amplifier).

Tetapi untuk jenis penguat daya besar (power amplifier), transistor didesain bekerja didaerah cut off dan daerah saturasi.

Pengertian transistor FET

Pengertian transistor FET (field effect transistor) merupakan piranti semikonduktor yang juga tersusun atas material N dan P. FET merupakan modifikasi dari transistor BJT yang menggunakan tegangan sebagai variable pengontrolnya. Hampir sama dengan BJT, transistor FET juga memiliki 3 kaki, tapi dengan nama yang berbeda yaitu Gate, Source, dan Drain.

simbol transistor

 

Prinsip kerja transistor FET pun tidak jauh berbeda dengan BJT. Jika sebelumya sudah dijelaskan bahwa arus BJT diatur dengan besarnya arus basis, pada transistor FET arus listrik yang mengalir dari Drain ke source diatur oleh tegangan gate.

Jadi, dua macam transistor diatas yaitu BJT dan FET berbeda dilihat dari varibel pengontrol arusnya. Jika pada BJT arus listrik dikontrol dengan arus, sedangkan pada FET arus listriknya diatur dengan tegangan Gate.

Perkembangan teknologi modern berhasil membuat pengembangan dari FET menjadi dua macam yaitu JFET (junction field effect transistor) dan MOSFET (metal Oxide semiconductor field effect transistor).

Kedua jenis transistor tersebut memiliki karakteristik khusus sesuai penggunaanya yang akan dibahas pada artikel selanjutnya. Namun jika ingin mengetahui data akurat sebuah transitor bisa kita cari di alldatasheet

Demikian ringkasan penjelasan mengenai pengertian transistor, dan sedikit penjelasan mengenai jenis-jenis transistor dan simbolnya.

Semoga bisa bermanfaat untuk anda semua. Terimakasih sudah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel menarik lainya mengenai pengertian dioda, rangkaian sensor cahaya, dan rangkaian amplifier. Sekian, Salam Engineer.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here