Dunia Sebagai Cermin Diri Sendiri

Rendy Andriyanto

dunia sebagai cermin diri sendiri

Sebagai Diri Sendiri – Dunia adalah tentang siapa diri Anda. Tentang bagaimana Anda menyikapi dunia, menyikapi seluruh yang ada disekitar. Jika Anda tersenyum kepada dunia, duniapun akan tersenyum kepada Anda. Begitupun sebaliknya. Jika Anda selalu murung, selalu mengerutkan wajah Anda, maka dunia tak akan pernah tersenyum kepada Anda.

Sekarang buktikan. Keluarlah dari pintu rumah. Sapa orang-orang yang ada disekitar Anda. Berikan salam kepada orang-orang yang terlihat oleh Anda. Berikan kasih sayang, keramahan, kesopanan kepada semua orang yang Anda kenal. Apa reaksi mereka? Merekapun akan tersenyum balik kepada Anda. Mereka akan menjawab salam yang Anda lontarkan kepada mereka. Tak peduli Anda siapa. Tak peduli derajat Anda. Tak peduli maksud dan tujuan Anda.

Masih kurang? Sekarang coba lihat sekeliling Anda. Orang-orang yang terasa selalu dekat dengan Anda. Lihat dengan benar! Apakah mereka sedang mengerjakan apa yang sedang Anda kerjakan juga? Tidak! Tapi mereka mempunyai kebiasaan yang hampir sama dengan apa yang menjadi kebiasaan Anda lakukan sehari-hari. Anda seorang guru sekolah? Lihat rekan kerjamu, rekan yang selalu bertemu setiap pagi hingga sore hari. Mereka memiliki kebiasaan yang sama, mengajar di ruang kelas, sama seperti Anda. Atau, Anda tukang mabuk? Sekarang cermatilah orang-orang yang selalu bermain dengan Anda. Apakah mereka mabuk juga? Tidak semua, tapi mayoritas iya.

Sikap dan watak adalah makna penting dalam hidup. Sikap yang benar, juga watak yang benar akan menghasilkan tindakan yang benar. Dunia akan bersikap acuh, sombong, kasar, jika Andapun bersikap seperti itu kepada dunia.

Memang tak semua orang mencerminkan apa yang kita sikapi kepada mereka. Karena memang dunia ini bukanlah cermin yang tidak bisa berbohong. Bohong memang sifat manusiawi. Tapi, setidaknya kita sebagai manusia sudah bersikap baik kepada seluruh yang ada di sekitar kita. Thomas J. Watson, JR., pernah berkata “Orang yang benar-benar besar di atas segalanya adalah sopan, bijaksana, dan murah hati. Bukan hanya pada orang tertentu pada situasi tertentu, tapi pada semua orang, di segala waktu”.

Tags

Related Post