Pubertas bagi Anak Laki-laki

Banyak perubahan seiring pertumbuhan kamu, terutama pada saat kamu memasuki masa pubertas, yaitu satu masa dimana tubuh kamu mulai melakukan perkembangan dan perubahan yang amat cepat.

Pada anak perempuan perubahan itu diawali dengan berkembangnya payudara dan mendapatkan menstruasi, sedikit dari tanda-tanda mereka menuju menjadi ‘seorang wanita’.

Lalu, bagaimana halnya bagi seorang anak laki-laki? Yuk, kita cari tahu!

Sama seperti pada gadis, ada banyak tanda-tanda perubahan seorang jaka sedang menuju menjadi seorang pria dewasa. Di antaranya, ukuran tubuh kamu berkembang dengan cepat, perubahan suara, dan tumbuhnya rambut di banyak bagian tubuh kamu.

Pada umumnya, anak laki-laki mulai memasuki masa pubertas dari usia 9 – 14 tahun. Tapi harus diingat, pubertas hanya akan dimulai pada saat tubuh kamu telah memang telah siap, dan masing-masing orang punya jadwalnya sendiri-sendiri.

Dan di bawah ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan tentang pubertas pada anak laki-laki:

Mengapa para gadis bisa lebih tinggi dari saya?

Mungkin kamu memperhatikan kenyataan bahwa beberapa teman gadismu yang sebaya, tubuh mereka lebih tinggi dari kamu juga teman laki-laki lainnya. Namun kamu juga melihat bahwa pada orang dewasa, rata laki-laki tetap lebih tinggi dari kebanyakan perempuan.

Kenapa bisa begitu?
Ya. Itu karena para gadis lebih dulu mengalami pertumbuhan atau masa pubertas. Itulah yang membuat mereka terlihat lebih tinggi. Seorang anak perempuan akan mulai memasuki pubertas pada usia 8 – 13 tahun, sedangkan anak laki-laki baru akan mulai pertumbuhannya antara usia 9 – 14 tahun. Nah, itulah mengapa anak perempuan lebih tinggi dari laki-laki pada rentang usia tersebut.

Banyak juga anak laki-laki yang bisa menyusul, bahkan mungkin lebih tinggi dari pada gadis. Namun penting diketahui pula, bahwa faktor genetik (keturunan), dalam hal ini memegang peranan yang penting. Jika ayah dan ibumu bertubuh pendek, maka kemungkinan besar kamu juga bertubuh pendek. Begitu juga sebaliknya, jika ayah ibu kamu bertubuh tinggi, maka kamu juga kemungkinan besar akan tumbuh tinggi. Tapi tetap tidak ada kepastian dalam hal ini.

Satu hal lagi mesti diingat, bahwa tidak semua ‘laki-laki dewasa’ harus bertubuh tinggi. Ada banyak yang contoh mereka yang bertubuh ‘pendek’ bisa memiliki karir yang cemerlang di berbagai bidang, di film, militer, bahkan pemain basket profesional.

Jadi, tidak perlu minder ataupun mengeluh jika tubuh kamu lebih pendek dari teman-teman yang lain. Semua orang membawa ukurannya sendiri-sendiri.

Tidak ada olahraga atau obat mujarab yang bisa membuat tubuh kamu lebih tinggi. Tapi, menjaga tubuh tetap aktif dan mengkonsumsi makanan bernutrisi seimbang dan cukup, memastikan tubuh kamu tumbuh maksimal seperti yang seharusnya.

Kapan tubuh saya mulai ‘berotot’?

Selama masa pubertas, beberapa remaja putra mungkin merasa khawatir terhadap tubuhnya sendiri, setelah melihat bentuk tubuh teman-teman mereka. Sebagai contoh, beberapa menaruh perhatian terhadap otot-otot tubuh mereka.

Kamu mungkin melihat dan menyaksikan beberapa teman kamu mengalami perkembangan dan perubahan pada otot di dada mereka. Yang lain mungkin lebih dulu telah berkembang pada bagian bahu mereka yang menjadi lebih melebar. Sedangkan lainnya lagi, tetap terlihat kecil dan pendek. Sehingga kamu merasa khawatir tentang tubuh kamu sendiri. Kapan saya mulai berubah?

Satu hal perlu diingat, bahwa pubertas memiliki “jadwalnya” sendiri-sendiri pada setiap orang. Jadi kamu sama sekali tidak perlu merasa khawatir jika mendapati kamu sedikit terlambat mengalami perkembangan otot-otot tubuh kamu dibandingkan beberapa teman kamu.

Makan makanan bernutrisi lengkap dan seimbang, menjaga tubuh tetap aktif (seperti, berenang, bersepeda dan berolahraga) dapat membantu kamu menjadi anak yang sehat dan bugar. Dan pada saatnya nanti kamu mencapai masa pubertas yang matang, kamu juga akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan otot-otot tubuh kamu. Dan kamu akan merasa benar-benar menjadi seorang ‘laki-laki’.

Mengapa saya selalu ingat si ‘dia’?

Ada seorang gadis yang tinggal bertetangga. Kamu selalu melihat dia bermain dengan teman-temannya setiap sore sepulang sekolah. Kamu merasa begitu kikuk, tapak tanganmu berkeringat, ketika dia mengucapkan: “Hai….” kepadamu. Seribu rasa!

Malamnya, saat beranjak tidur, sebelum memejamkan mata, kamu teringat dia. Besoknya, hari demi hari, kamu selalu memikirkan si dia. Ada apa ini?

Setiap jaka yang memasuki masa puber memiliki perasaan berbeda-beda. Ada yang terlihat begitu nyaman bergaul dekat dengan para gadis, ada pula yang nervous, gugup membicarakan masalah gadis.

‘Memikirkan seseorang’ adalah hal normal dalam masa pubertas seperti yang sedang kamu alami. Dan bahkan jika kamu merasa ‘tidak menyukai’ gadis manapun, itupun tidak masalah.

Mungkin kamu merasa heran dan bertanya: “Apa yang tejadi pada diri saya?”

Hormon-hormon pada tubuhmu menjadi semakin aktif. Akibatnya kamu mengalami banyak perubahan, salah satunya adalah kamu mulai mengalami berbagai perasaan baru. Perasaan ini mungkin membuat kamu ‘takut’ dan membingungkan. Namun, tidak ada yang perlu dirisaukan, ini adalah hal normal, wajar. Kamu sedang menuju tahap selanjutnya dalam fase kehidupan kamu.

Bicarakan dengan orang tua, atau orang dewasa lainnya yang kamu merasa nyaman, akan membantu kamu mengatasi berbagai perasaan ini.

Ada apa dengan rambut di tubuhku?

Masalah tumbuhnya rambut pada bagian tubuh yang sebelumnya tidak ada, mulai terjadi sejak awal masa pubertas. Beberapa anak lelaki mungkin mulai merasakan tumbuhnya rambut pada pipi, dagu dan di atas bibir. Juga rambut tumbuh pada pangkal lengan dan dada, bahkan pada daerah sekitar alat vital.

Ingat, tidak ada yang dikhawatirkan tentang masalah tumbuhnya rambut ini, karena hal ini hanya salah satu pertanda dari sekian banyak tanda bahwa kamu sedang berubah menjadi seorang pria dewasa.

Tumbuhnya rambut pada bagian tubuh yang sebelumnya tidak ada rambut karena hasil kerja hormon. Beberapa hormon yang memicu pertumbuhan ini adalah hormon yang berasal dari kelenjar adrenal. Hormon lainnya lagi berasal dari kelenjar pituitari (kelenjar kecil di bagian bawah otak).

Hormon pituitari dialirkan oleh darah, dan menyebabkan testikel tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar, serta memicu produksi hormon lainnya lagi, yaitu hormon testosteron, yang juga membantu pertumbuhan rambut pada area k******n, di bawah lengan dan wajah kamu.

Pada awal-awal, biasanya kamu tidak perlu melakukan apapun berkenaan dengan tumbuhnya rambut ini. Kelak, jika rambut menjadi lebih lebat pada wajah kamu, kamu dapat bertanya pada orang tua bagaimana caranya bercukur dengan baik.

Mengapa badanku ‘bau’?

Kamu pasti tahu yang namanya keringat, bukan? Keringat keluar dari kulit melalui lubang-lubang kecil yang disebut pori-pori, ketika suhu tubuh kamu lebih panas.

Tubuh kamu akan terasa nyaman pada suhu sekitar 37°C. Ketika lebih panas dari itu, tubuh kamu tidak menyukainya, karena itu tubuh kamu mengeluarkan keringat. Keringat keluar dari kulit kemudian menguap (berubah dari bentuk cairan menjadi gas), yang mendinginkan tubuh kamu.

Sesekali keringat ini berbau kurang sedap atau biasa disebut sebagai BB (bau badan). Selama masa pubertas, hormon-hormon di tubuh kamu bekerja keras sepanjang waktu, inilah yang menyebabkan tubuh kamu banyak mengeluarkan keringat, dan ya…. kadang berbau tidak sedap!

Apa yang menyebabkan keringat kamu berbau tidak sedap?

Keringat sebenarnya tersusun hampir seluruh terdiri dari air, hanya sebagian kecil mengandung zat kimia lainnya, seperti amonia, urea, garam dan zat gula. Karenanya keringat, pada dasarnya adalah tidak berbau, namun ketika terjadi kontak dengan bakteri yang ada pada kulit kamu (semua orang memiliki bakteri ini), maka keringat jadi berbau tak sedap.

Lalu bagaimana kamu menjaga agar tidak berkeringat berlebihan dan mencegah terjadi bau badan ini?

Pertama, kamu bisa mandi lebih sering atau mandi secara teratur, terutama setelah berolahraga atau ketika berkeringat banyak seperti ketika hari sangat panas. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan deodoran di bawah ketiak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here