Teori Konspirasi Segitiga Bermuda

“Segitiga Bermuda” mendengar namanya mungkin tidak asing lagi ditelinga kita. Segitiga bermuda yang kadang disebut juga dengan segitiga setan terletak di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.

Banyak kejadian-kejadian aneh yang pernah terjadi disana sehingga sampai saat ini masih timbul banyak sekali konspirasi yang tersebar luas di masyarakat dunia. Segitiga Bermuda sangat dikenal sebagai tempat dimana kapal-kapal dan pesawat telah menghilang secara lebih misterius , tapi mengapa?

Berikut beberapa teori konspirasi tentang Segitiga Bermuda dengan reputasi sebagai pusat cerita misteri.

1. Kompas menunjukkan keanehan

Keanehan saat membaca kompas sering diusulkan sebagai teori mengapa banyak kapal atau pesawat raib di Segitiga Bermuda.

Teori ini biasanya dikaitkan dengan kemunculan UFO, alien atau sesuatu yang gaib di Segitiga Bermuda. Tapi, ilmu pengetahuan punya data menarik mengenai ini.

Ada beberapa tempat di Bumi di mana kompas standar tidak menunjuk ke Utara, seperti pegunungan gurun Gobi, Kutub Utara dan Selatan, dan wilayah Segitiga Bermuda.
Jadi tentu saja, ketika orang-orang yang hilang di Segitiga Bermuda karena kompas menjadi kacau atau kompas berubah, ilmu pengetahuan membenarkan hal ini.

2. Penculikan yang dilakukan oleh alien

Teori Penculikan Alien di segitiga bermuda ada di nomor 8 karena teori itu begitu populer namun sepertinya tidak mungkin. Kecelakaan ‘misterius’ di daerah itu meningkat pada tahun 1967 dengan press release oleh National Geographic Society merinci fenomena aneh di dalam dan sekitar Segitiga.

Tentu saja penculikan alien bukan dugaan, tapi orang-orang segera mulai mengisi kekosongan dengan penjelasan seperti alien mengganggu peralatan navigasi untuk menculik orang.

Kabut psikedelik tahun enam puluhan mulai diangkat sebagai isu saat orang-orang pindah ke 70-an, tetapi gagasan alien berlanjut lama setelah tahun 60-an menjadi memori transendental.

Sebuah pencarian besar di darat dan laut dilakukan untuk menemukan 5 torpedo bomber Angkatan Laut yang menghilang saat melakukan penerbangan rutin serta pesawat penyelamat yang hilang setelah dikirim untuk mencari kru yang hilang.

Penerbangan 19 terdiri dari 13 awak, dan sampai sekarang korban dan puing-puing pesawat tidak pernah diketemukan, termasuk pesawat penyelamat yang terdiri dari 14 orang lainnya yang bermaksud menjadi tim pencari.

3. Banyak sekali terkumpul gas metana

Menurut penelitian, gelembung yang disebabkan oleh letusan metana dapat menenggelamkan kapal dengan meningkatkan kepadatan air. Kehilangan daya apung bisa terjadi tiba-tiba dan sering tanpa peringatan, menyebabkan kapal tenggelam sangat cepat sehingga tidak sempat untuk mengirimkan sinyal SOS.

Namun banyak yang membantah teori ini. Masalahnya banyak gas metana juga ditemukan di dasar laut lainnya di seluruh dunia. Dan gas metana di Segitiga Bermuda tidak terlalu berisiko dibanding dengan gelembung metana di tempat lain. Selain itu, tidak ada gelembung gas metana dalam jumlah signifikan tercatat di wilayah ini selama 15.000 tahun terakhir, setidaknya tidak cukup besar untuk menenggelamkan kapal.

4. Menjadi pusat medan magnet

Kecelakaan aneh di Segitiga Bermuda telah dikaitkan dengan bukti masalah kompas dan navigasi, membuat bidang geomagnetik sebagai kasus nyata, dan teori masuk akal untuk penghilangan yang terjadi di Bermuda.

Masalah dengan peralatan magnetik dari medan geomagnetik adalah 5 dari sepuluh alasan utama Segitiga Bermuda menjadi begitu membingungkan.

Banyak teori bahwa ada anomali magnetik di daerah tersebut dan bahwa wilayah ini termasuk salah satu dari hanya dua tempat di bumi di mana kutub utara dan magnet utara membujur yang dapat menhasilkan bervariasi hasil pada peralatan navigasi.

Dalam kaitannya dengan teori ‘kabut elektronik’ oleh Rob MacGregor dan Bruce Gernon, badai elektromagnetik yang kuat dari dalam bumi menembus ke permukaan dan datang ke atmosfir, lalu meninggalkan kabut di belakangnya.

5. Ramalan Dan Mitos

Manusia abad ke 20 khususnya meyakini bahasannya dalam segitiga bermuda menyimpan banyak misteri. Dengan berpendapat demikian namun mereka tidak pernah bisa membuktikannya.

Sebagai contoh kita akan mengambil klaim tua tentang dongeng pelaut, legenda dan bahkan catatan oleh Christopher Columbus pada daerah tersebut memiliki, “Lampu aneh yang menari-nari di cakrawala, api di langit dan kompas aneh,” dan tambahan-tambahan lainnya yang memperindah dan menambah misteri.

Hari ini diyakini bahwa apa yang Columbus amati sebagai api yang menari-nari ternyata adalah ulah suku primitive Taino yang sedang memasak / menyalakan api di atas kano mereka di dekat pantai.

Pembacaan kompas yang kacau karena adanya salah perhitungan dari gerakan bintang tertentu, dan api di langit itu sebenarnya adalah meteor jatuh ke bumi yang mudah dilihat saat di laut.

Menurut Kamus skeptis, banyak bencana yang diklaim telah terjadi di daerah itu sebenarnya tidak terjadi di Segitiga Bermuda dan misteri sebenarnya adalah mengapa segitiga Bermuda bisa dianggap sebagai Laut yang misterius.

Hari ini meskipun daya pikat misteri di segitiga bermuda telah terungkap dan dipatahkan oleh banyak penjelasan ilmiah oleh peneliti dan ilmuwan yang kredibel di bidangnya, namun cerita misteri tentang Bermuda tetap ada di hati banyak orang. Mungkin karena orang membutuhkan sekedar mitos fiksi untuk sisi imajinasi manusia yang tak terbatas.

Itulah beberapa teori konspirasi tentang segitiga bermuda. Walaupun banyak sekali pendapat namun sampai saat ini belum ada orang yang berani mencoba langsung dengan datang ke daerah tersebut untuk membuktikannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here