5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berdonasi di Website

Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, kini beberapa lembaga juga ikut terjun dalam dunia tersebut. Salah satu inovasi yang dibuat adalah platform online untuk berdonasi. Salah satu platform yang bisa Anda gunakan untuk menyalurkan donasi adalah Wahana Visi. Di platform tersebut, Anda bisa berdonasi sesuai dengan keinginan atau memenuhi target donasi.

Namun ketika ingin melakukan donasi online, Anda perlu berhati-hati. Ini karena ada beberapa oknum yang memang sengaja membuat website duplikat atau menyerupai website officialnya. Jika Anda salah melakukan donasi ke website palsu, maka akan menguntungkan satu pihak saja. Berikut akan dijelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Donasi via Website

1. Perhatikan Nama Domain

Tips pertama yang harus diperhatikan adalah dari domain website tersebut. Jika memang berasal dari official atau resmi, maka tidak akan menggunakan domain abal-abal atau gratisan. Biasanya mereka akan menggunakan domain resmi dan berakhiran seperti .com atau .id tergantung kebijakan masing-masing official.

Selain memperhatikan akhiran domain .com atau .id, Anda juga perlu melihat URL website tersebut. Apakah ada kesalahan penulisan di alamatnya atau sudah benar. Sebagai contoh ada sebuah website resmi yang URL asli adalah “bantusesama.com”, namun yang tertulis justru “bantussama.com”. Perbedaan satu huruf sudah jelas membuktikan bahwa website tersebut palsu.

Anda bisa mengecek keaslian pemilik website tersebut melalui situs tertentu lengkap dengan data registrasi. Contohnya disini bisa cek melalui situs Google Transparency Report dan sejenisnya. Anda bisa memanfaatkan situs tersebut untuk mengetahui keamanan dari situs yang sedang diakses untuk melakukan donasi.

2. Keamanan Website

Keamanan website menjadi poin kedua yang harus diperhatikan. Situs besar yang digunakan untuk melakukan donasi biasanya sudah menggunakan keamanan website sesuai standar. Anda bisa melihatnya dari alamat website tersebut. Umumnya situs yang sudah “https”, artinya sudah aman dibandingkan situs dengan alamat “http”.

Selain itu, Anda juga bisa mengecek melalui indikator tanda kunci atau gembok sebelum URL. Pada website seperti Google Chrome, apabila situs tersebut aman, maka ikon kunci berwarna hijau dan jika diklik akan muncul keterangan “secure” atau aman. Anda juga bisa menerapkan ini pada situs lain yang memang sering dibuka dan bisa diaplikasikan di seluruh browser.

3. Rekening Tujuan Donasi

Ketika hendak melakukan penyaluran dana secara online, cek kembali rekening tujuan donasi. Apabila platform online tersebut merupakan situs besar, biasanya nama penerima dari rekening tersebut adalah nama perusahaan atau lembaga yang terkait. Namun bukan berarti rekening pribadi perlu dihindari.

Anda perlu memastikan bahwa rekening tersebut memang digunakan untuk menerima transfer dan menyalurkan sumbangan online. Jika memungkinkan, Anda juga bisa meminta kontak terkait penyaluran dana agar bisa dipantau kegiatannya. Bisa juga nomor rekening tersebut dicek di situs tertentu, apakah pernah melakukan penipuan atau tidak.

4. Sistem Pembayaran

Beberapa situs penggalangan dana secara online memungkinkan Anda melakukan transfer secara online pula. Umumnya akan terdapat beberapa metode pembayaran, contohnya bisa melalui transfer bank, virtual account, e-wallet OVO, GoPay dan sejenisnya. Pastikan sistem pembayaran yang disediakan memang terpercaya dan bukan situs phising.

Jika dimintai mengisi formulir, jangan sekali-kali mengisikan password maupun kartu debit secara sembarangan. Hal-hal seperti ini patut diwaspadai karena bisa saja terjadi kecurangan atau penipuan dalam berbagai macam bentuk. Usahakan melakukan transfer melalui situs resmi yang disarankan.

5. Pantau Media Sosial atau Website

Sangat disarankan untuk tetap melakukan pemantauan ke media sosial maupun website tempat Anda melakukan sumbangan online. Ini bertujuan untuk melihat prosesnya sudah sampai mana. Apakah donasi sudah terkumpul seluruhnya dan mulai didistribusikan kebutuhannya atau belum. Jangan sampai setelah melakukan donasi langsung lepas tangan.

Pemantauan ini juga tidak setiap saat, namun bisa dilakukan selama beberapa kali sehari. Contohnya bisa seminggu sekali atau dua kali sesuai waktu senggang Anda. Jika memungkinkan, Anda juga bisa bertanya atau melakukan kontak ke pihak terkait yang menyalurkan donasi tersebut. Mintalah dokumentasi seperti foto dan sejenisnya sebagai bukti bahwa mereka memang terpercaya.

Penutup

Itulah lima poin yang perlu diperhatikan sebelum maupun sesudah melakukan donasi via platform website. Kebaikan Anda akan menjadi berkah bagi orang-orang yang membutuhkan.

Wahana Visi Indonesia mengajak Anda untuk berbagi dengan memberikan hadiah spesial bagi anak-anak Indonesia dimana Anda, sebagai Sponsor maupun Non-Sponsor dapat memilih langsung hadiah yang dibutuhkan oleh anak-anak dan masyarakat.