Bayarlah Utang dan Mintalah Maaf kepada Sesama Manusia

Kesalahan itu terbagi menjadi dua bagian. Pertama, adalah kesalahan kepada Allah SWT, dan yang kedua adalah kesalahan pada sesama manusia.

Dua macam kesalahan tidak bisa dicampuradukkan. Ketika kita melakukan kesalahan kepada manusia maka kita harus meminta maaf kepada manusia dan apabila kita memiliki kesalahan kepada Allah swt maka kita harus mohon ampunan kepada-Ny.

Di momen hari raya Idul Fitri, biasanya masyarakat Indonesia melakukan kegiatan halal bihalal. Setelah memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah, dengan berpuasa penuh di bulan Ramadhan, penuh harap agar diampuni dosa-dosanya. Maka tinggal satu dosa yang harus kita selesaikan, yaitu dosa atau kesalahan kepada sesama manusia yang biasa disebut dengan haqqul adami.

Terutama bagi seseorang yang masih memiliki utang kepada manusia, segeralah untuk membayarnya. Jika anda memiliki kesalahan kepada manusia segeralah meminta maaf. Karena di akhirat nanti tidak ada dinar, emas, tidak pula uang sebagai penebus utang kita. Hanya amal baik kita yang akan dijadikan tebusan dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan sebagaimana hadits Nabi:

Dari sahabat Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. beliau bersabda:
“Barangsiapa mempunyai kesalahan kepada orang lain berkenaan dengan harta atau harga dirinya, hendaklah ia mendatanginya, lalu meminta maaf agar dia memaafkannya, sebelum dicabut nyawanya. Jika sudah mati, di akhirat kelak tidak ada lagi dinar dan dirham untuk membayar ganti rugi. Maka ketentuan yang berlaku, jika dia mempunyai kebaikan, diambillah sebagian dari kebaikannya itu lalu diberikan kepada orang yang haknya dirugikan. Jika tidak punya kebaikan, diambillah amal jelek (dosa) orang yang dirugikan haknya itu lalu ditimpakan kepadanya.”

Inilah kerugian bagi seseorang yang tidak mau membayar hutang kepada saudaranya dan kerugian yang besar bagi seseorang yang tidak mau meminta maaf atas kesalahannya di dunia ini.

Semoga kita  menjadi orang-orang yang mendapat ampunan Allah SWT, serta tidak ‘malu’ untuk meminta maaf kepada sesama manusia atas segala kesalahan yang pernah kita lakukan.