Faktor yang Menyebabkan Kegagalan dalam Berwirausaha

Salah satu faktor yang menyebabkan tidak banyak orang yang berani mengambil wirausaha sebagai profesi, adalah karena ketidakmenentuan tentang keberhasilan dalam sebuah usaha.

Hanya orang-orang yang berani mengambil risiko tinggi saja yang berani menjadi seorang wirausahawan. Sehingga hanya sedikit orang yang bisa benar-benar sukses di dalam kehidupannya, yaitu yang berani mengambil risiko besar dalam hidupnya.

Faktor yang menyebabkan kegagalan dalam berwirausaha:

1. Kurang berpengalaman

Seorang wirausahawan yang baru saja terjun dalam wirausaha biasanya akan mengalami kegagalan karena kurangnya pengalaman. Dari sebuah kegagalan seharusnya menjadi sebuah pelajaran untuk bisa menjalankan usahanya yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Seorang calon wirausahawan sukses harus mulai belajar dalam hal koordinasi, visualisasi potensi kesuksesan usaha dimasa depan, pengelolaan sumber daya manusia yang ada, kumpulan  sistem perusahaan yang anda buat, ini semua membutuhkan pengalaman dan jam terbang tinggi agar semua hal berjalan berirama seiringan dan harmoni.

2. Kurang dapat mengendalikan keuangan

Seseorang yang baru mendirikan sebuah usaha  biasanya  belum bisa memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan perusahaan, kebutuhan pribadi dan kebutuhan yang dibutuhkan oleh perusahaan. sehingga keduanya terkadang bercampur dan ini akan berbahaya karena terkadang dapat mengganggu pergerakan keuangan dalam perusahaan anda.

Hal yang harus dijaga dalam keuangan perusahaan yang baru adalah memelihara aliran kas agar stabil. Mengatur pengeluaran dan pemasukan secara cermat sehingga kita bisa mengetahui apakah kita mengalami kerugian atau keuntungan. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional dalam perusahaan bahkan bisa mengakibatkan kebangkrutan dari perusahaannya sedang anda rintis.

3. Gagal di dalam perencanaan

Perencanaan dalam mendirikan usaha adalah kunci dari kesuksesan usaha anda. Untuk membuat perencanaan yang baik anda harus mengetahui tentang kebutuhan konsumen, anda harus mengetahui tentang kebutuhan target pasar anda. Anda harus menganalisis tentang potensi dan kemajuan perkembangan bisnis anda di masa yang akan datang. Gagal dalam merencanakan sama saja kita merencanakan suatu kegagalan di kemudian hari.

4. Sifat kurang sungguh-sungguh dalam berwirausaha

Jika kita tidak bisa 100% sungguh-sungguh dalam berwirausaha lebih baik kita tidak mengambil profesi sebagai seorang wirausahawan. Sifat setengah hati atau kurang sungguh-sungguh dalam menjalankan usaha akan membuat usaha kita labil dan mudah goyah bahkan bangkrut. karena kurang dilandasi motivasi yang tinggi untuk sukses.

Dalam berwirausaha anda akan mengalami kejenuhan dan beragam masalah lainnya. Mulai dari barang yang tidak laku hingga sulitnya pemasaran sampai dengan kekisruhan dalam internal manajemen perusahaannya  yang anda dirikan sehingga dalam berwirausaha itu membutuhkan waktu modal dan pengorbanan pemikiran yang tidak sedikit.

5. Kurangnya pengawasan

Pengawasan mulai dari sumber daya manusia atau pekerja sampai dengan penggunaan bahan dan alat harus diawasi secara cermat. Bisa saja terjadi kerugian atau terjadi perhitungan yang menyimpang dari perhitungan seharusnya. Karenanya pengawasan dari sumber daya manusia, bahan, yang kita gunakan dan juga alat yang kita pergunakan tinggi efisiensi tidak bisa terjadi hal itu dapat membahayakan perjalanan perusahaan di masa yang akan datang.