9 Tips Aman Meninggalkan Rumah saat Mudik

Tak terasa, Ramadhan akan berakhir, itu berarti tak lama lagi lebaran akan tiba. Dan setiap tahun, momen ini dimanfaatkan sebagian besar masyarakat yang merantau untuk mudik ke kampung halaman atau lebih dikenal dengan istilah mudik.

Mudik dan lebaran memang dua hal yang tak dapat dipisahkan. Meski telah tersedia teknologi komunikasi canggih seperti telepon, berbagai situs jejaring sosial, video call dan lainnya, mudik tetap tidak dapat ditinggalkan.

Masalahnya, saat mudik, rumah yang biasa Anda tempati menjadi kosong. Tak jarang ini dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, seperti pencuri dan sebagainya. Selain tindak kejahatan, ancaman lain yang menghantui rumah kosong yang ditinggal mudik, adalah kebakaran rumah akibat kebocoran gas atau korsleting listrik.

Tentu saja, itu semua sedikit banyak membuat para pemudik was-was dan tidak nyaman untuk meninggalkan rumah.

Nah, dengan mengikuti beberapa tips berikut, semoga rumah yang Anda tinggalkan saat mudik nanti, dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

1. Cabut listrik dan gas

Untuk menghindari resiko kebakaran akibat kenaikan daya yang menyebabkan korsleting listrik, matikan semua perangkat elektronik yang tidak diperlukan. Cabut kabel dari stop kontak. Jangan lupa mencabut selang regulator dari tabung gas dan kompor untuk menghindari kebocoran gas.

2. Matikan saluran utama PAM dan keran air

Sebelum berangkat, pastikan saluran utama PAM dan keran tidak mengalir. Selain untuk menghindari tagihan yang membengkak, juga untuk menghindari terjadinya kebocoran pipa.

3. Simpan barang berharga di tempat yang paling aman

Simpan barang-barang berharga, seperti surat-surat penting, uang dan perhiasan di tempat yang paling aman. Jika membutuhkan keamanan lebih, bisa memanfaatkan layanan penitipan barang yang disediakan oleh Bank atau Perum Pegadaian terdekat. Untuk kendaraan, bisa memanfaatkan layanan penitipan kendaraan yang disediakan oleh kepolisian setempat.

4. Kunci semua pintu dan jendela

Sebelum meninggalkan rumah, pastikan semua pintu dan jendela dalam keadaan terkunci. Bila perlu pasang pengamanan rangkap pada bagian yang sering menjadi incaran penjahat seperti lemari, kamar tidur dan pintu bagian belakang.

Jangan meninggalkan kunci penting seperti kunci motor, mobil dan lemari di rumah. Selain itu, hindari kebiasaan meletakkan kunci cadangan di bawah pot, di bawah keset, karpet atau di tempat lain yang mudah dijangkau oleh penjahat.

5. Bersihkan rumah dan tutup semua lubang pembuangan

Untuk menghindari bau busuk dan serangan nyamuk, semut, kecoa dan tikus, bersihkan seluruh isi rumah mulai dari kamar mandi, kulkas, dapur, terutama tempat sampah, sebelum pergi. Tutup semua lubang pembuangan dan lubang kamar mandi agar tikus dan kecoa tidak dapat masuk ke dalam rumah.

6. Usahakan rumah tidak terlihat seperti rumah kosong

Rumah yang terlihat kosong akan menarik perhatian penjahat untuk melakukan aksinya. Agar rumah tidak tampak seperti rumah kosong yang ditinggal mudik, usahakan setidaknya bagian depan rumah selalu dalam keadaan bersih, bisa dengan meminta bantuan kerabat atau tetangga untuk sesekali membersihkan agar tidak terkesan tidak berpenghuni.

7. Pasang alarm keamanan dan kamera pengintai

Bila diperlukan, pasang alarm keamanan dan kamera pengintai di beberapa titik rawan kejahatan di rumah, seperti halaman, ruang tamu dan kamar tidur.

8. Titipkan rumah pada orang yang dipercaya

Titipkan rumah pada kerabat atau tetangga yang tidak mudik. Mintalah untuk sesekali memantau rumah anda. Sebelum pergi, jangan lupa untuk berpamitan pada ketua RT/RW atau keamanan setempat. Beritahukan sampai kapan akan kembali dan berikan kontak yang dapat dihubungi apabila terjadi hal-hal darurat.

9. Berdo’a

Setelah berbagai upaya dilakukan, hal terakhir yang dapat dilakukan adalah berdo’a, agar perjalanan mudik Anda senantiasa selamat dan lancar, juga rumah yang ditinggal dalam keadaan aman.

Itulah 9 tips aman meninggalkan rumah saat mudik lebaran. Semoga dengan tips ini, Anda lebih tenang untuk mudik dan bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman.