Haruskah Anak Dipaksa Belajar?

Pengetahuan anak sangat penting didapatkan sejak usia dini. Namun ternyata tidak semua anak suka belajar, tetapi lebih memilih bermain. Melihat kenyataan tersebut pertanyaan yang muncul adalah haruskah anak dipaksa belajar?

Pertanyaan ini tentu akan susah dijawab karena ada sisi dilematis yang harus dihadapi. Satu sisi ketika anak tidak belajar maka perkembangan kognitifnya akan sulit, tetapi apabila dipaksakan maka belajar tidak akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Apabila anda sebagai orang tua menghadapi hal ini maka kami akan coba membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Apa hakikat belajar?

Pada dasarnya belajar proses yang dilakukan dengan kesadaran untuk mendapatkan pengetahuan baru. Maka belajar harus dilakukan atas dasar rasa senang dan tidak dalam keadaan terpaksa. Mungkin saja teori ini berlaku pada orang dewasa yang sudah memiliki kemapuan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang tidak.

Lalu bagaimana dengan anak yang pada hakikatnya masih berada pada dunia bermain? Tentu hal ini berbeda karena anak belum sampai pada pemahaman tentang baik buruk dan seharusnya atau tidak. Anak masih dalam tahapan mengenali dan menyenangi sesuatu sebagai hal yang benar.

Apa yang harus dilakukan orang tua?

Orang tua memegang peranan penting dalam menunjukkan jalan yang terbaik bagi anaknya. Apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak boleh. Tetapi peran itu tentu dibatasi dengan kalimat tanpa paksaan.

Oleh karena itu orang tua harus mampu mengatur jadwal anaknya dan memberikan kebiasaan baik agar anaknya bisa merasa senang untuk belajar. Jangan pernah memaksakan anak untuk belajar karena itu akan berdampak buruk secara psikologis dan  merasa bahwa belajar itu adalah sebuah hukuman karena dijalani dengan terpaksa.

Tips sederhana

  1. Atur jadwal secara disiplin dengan porsi yang seimbang antara bermain dan belajar
  2. Dampingi anak sampai selesai belajar
  3. Berikan fasilitas belajar yang disenangi
  4. Ajak dengan cara yang lemah lembut
  5. Berikan pengetahuan manfaat belajar secara perlahan dengan bahasa yang mudah dipahami
  6. Berikan contoh terlebih dahulu
  7. Selalu tanyakan hasil belajarnya di sekolah
  8. Berikan reward (hadiah) apabila anak berhasil mendapatkan nilai yang baik.

Menghadapi anak yang susah belajar harus dilakukan dengan sabar. Untuk mengajarkan sebuah kebaikan maka harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar pula. Apabila dipaksakan maka pelajaran yang diterima adalah proses melegalkan pemaksaan kehendak. Anak akan menangkap bahwa pemaksaan kehendak itu benar karena dilakukan orang tua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here