Sunnah-Sunnah Dalam Perjalanan, Pemudik Wajib Tahu

ERUDISI.com – Sunnah-Sunnah dalam perjalanan jika kita kerjakan maka akan lebih bernilai pahala. Apabila safar kali ini bertepatan dengan mudik lebaran ke kampung halaman menemui

Juwita

Sunnah-Sunnah dalam perjalanan Safar muslim
Sunnah-Sunnah Dalam Perjalanan (Source Images: Getty Images)

ERUDISI.comSunnah-Sunnah dalam perjalanan jika kita kerjakan maka akan lebih bernilai pahala. Apabila kali ini bertepatan dengan ke kampung halaman menemui sanak saudara tercinta. Sebuah perjalanan yang sangat bermakna.

Sebagai muslim tentu saja selalu menginginkan setiap kegiatan bernilai pahala termasuk ketika melakukan perjalanan (Safar). Agar Safar tersebut bernilai pahala berikut yang bisa dilakukan:

Sunnah-Sunnah Dalam Perjalanan

1. Rasulullah menyukai safar di hari Kamis

Tahukah bahsa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam sangat suka bepergian pada hari Kamis. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari sahabat Ka'ab bin Malik radhiallahuanhu yang artinya:

Dari Abdirrahman bin Ka'ab bin Malik, dari ayahnya (Ka'ab bin Malik) bahwa- sanya Nabi keluar pada hari-Kamis untuk bertempur saat perang-Tabuk. Rasulullah memang suka keluar pada hari Kamis.” (HR Bukhari no. 2790)

2. Dianjurkan Tidak Sendirian Dalam Bepergian

Ketika melakukan Safar seorang muslim seharusnya tidak sendirian dalam bepergian tetapi hendaknya berusaha mencari teman. Hal ini akan memudahkannya jika menghadapi kesulitan selama perjalanan.

Dari sahabat Ibnu Umar, bahwasanya Rasulullah per- nah bersabda, “Kalau seandainya manusia-mengetahui bepergian hanya sendirian-sebagaimana yang saya ketahui, sungguh dia tidak akan melakukan perjalanan-sendi- rian saja. (Shahih al-Bukhari No. 2836)

3. Dianjurkan Memilih Pemimpin Safar Agar Memudahkan Mengambil Keputusan

Rasulullah bersabda,

عَن أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ را سول اللَّهِ ﷺ إِذا خَرَجَ ثَلَاثَةٌ

فِي سَفر فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُم

Dari Abu Sa'id al-Khudri, berkata, “Berkata Rasulullah, jika ada 3 orang yang keluar untuk bepergian bersama hendaklah mereka menjadikan salah satunya sebagai pemimpin diantara mereka.” (HR Abu Dawud No. 2608)

4. Mengucapkan Takbir (Allahu Akbar) dan Membaca Doa Safar

Saat melakukan perjalanan kita disunnahkan untuk mengucapkan takbir sebanyak tiga kali ketika akan berangkat, kemudian membaca doa safar.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ إِذَا اسْتَوَى عَلَى بَعِيرِهِ خَارِجًا إِلَى سَفَرٍ كَبَّرَ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبَرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَل مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْو عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنت الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فىي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بك مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ في الْمَالِ وَالْأَهْلِ. وَإِذَا رَجَعَ

قَالَهُنَّ وَزَادَ فِيْهِنَّ: آيبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنا حَامِدُوْنَ

Bahwasanya Rasulullah apabila sudah di atas onta keluar hendak bepergian Bertakbir (3 kali) . Kemudian membaca: (Maha Suci (Allah) yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang membuat-Mu ridha. Ya Allah. Permudahlah perjalanan kami ini dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga (ku). Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kele- lahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan, dan perubahan yang jelek dalam harta dan keluarga.”

Apabila kembali, doa di atas dibaca dan ditambah: “Kami kembali dengan bertobat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Tuhan kami.” ( HR Muslim No 1342)

5. Sunnah – Sunnah Dalam Perjalanan: Berzikir Saat Menanjak dan Menurun

Hendaknya membaca takbir ketika melewati tempat yang tinggi (menanjak) dan membaca tasbih ketika melewati tempat rendah (menurun).

6. Jika Wanita Safar Wajib Bersama Mahram

Perlu diketahui bahwa wanita jika akan melakukan safar harus bersama mahram.

لَا يَحلُّ لامْرَأَة تُؤْمِنُ بالله وَالْيَوْمِ الْآخِرِ تُسَافِرُ مَسِيرَةً يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَم عَلَيْهَا»

Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan perjalanan dalam jarak sehari semalam kecuali bila bersama dengan mahramnya.” (HR Muslim no. 1339)

8. Perbanyak membaca dzikir, doa dan istighfar

Karena salah satu orang yang tidak tertolak doanya dan akan dikabulkan selama dirinya melakukan ketaatan kepada Allah. Jadi jangan sia-siakan waktu Safar ini dengan memperbanyak berdoa, berzikir dan beristighfar.

9. Mendapatkan Rukhsoh (Keringanan) Dalam Sholat

Setiap muslim yang melakukan Safar maka dibolehkan menjama'/menggabungkan dua waktu shalat dengan mengerjakan dalam satu waktu dan disunahkan mengqashar (meringkas) shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat.

Misal saat kita menggabungkan sholat Zuhur dan ashar maka sholat yang dilakukan 2 rakaat 2 rakaat saja. Sementara magrib dan isya maka magrib tetap 3 rakaat sementara isya 2 rakaat. Sementara subuh tidak bisa dijamak.

10. Boleh meninggalkan semua shalat-shalat sunah kecuali shalat Witir dan
dua rakaat sebelum Shubuh

Jadi orang yang Safar mendapatkan keringanan untuk tidak melakukan shalat Sunnah. Jadi waktunya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk perjalanan dan beristirahat agar sampai di tujuan dengan selamat.

11. Disunnahkan Mendatangi Masjid Saat Kembali dari Safar

Jika kita kembali dari perjalanan maka disunnahkan untuk mendatangi masjid untuk melakukan dua rakaat shalat sunah setelah safar.
Hal ini sebagaimana hadits dari sahabat Ka'ab bin Malik radhiallahuanhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam biasa melakukannya.

وَكَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ بَدَأَ بِالْمَسْجِدِ فر كعَ فِيهِ رَكْعَتَيْن

Adalah Rasulullah bila datang dari menempuh suatu perjalanan akan mendatangi masjid terlebih dahulu untuk melakukan shalat dua rakaat
(Shahih al-Bukhari no. 4418 dan Shahih Muslim no. 2769)

Itulah beberapa Sunnah-Sunnah dalam Perjalanan termasuk Mudik Lebaran yang bisa dipraktikkan. Semoga adab-adab ini bisa makin mendekatkan diri kita kepada Allah Taala dan perjalanan kita bernilai pahala.

Related Post